perjalanan ke semeru

Teman sekawanan berlima ini sebelumnya tidak mengenal satu sama lain meskipun kita sudah satu tahun setengah satu kelas duduk dibangku perkuliah di salah satu universitas. pada suatu waktu salah satu dari kami memiliki rencana untuk menapaki gunung mahameru yang tingginya 3676mpdl. tidak pernah terfikirkan sebelumnya aku ikut untuk bergabung bersama mereka, namun apaladaya ak menemani slah satu temen ku perempuan yang bernama alamnya shiril pada waktu itu, di sangat antusias untuk bergabung menepakan kaki ke gunung semeru bersama teman yang lainya. ya akhirnya saya ikut juga menemaninya. kami bukan hanya orang berlima saja kawan. kami bersama enam kawan yang lanya, mereka dari rekan-rekan dan saudara salah satu dari rombongan kami.
perjalanan awal kami dari kota Surabaya via Lumajang dengan di tempuh sekitar empat jam dalam perjalanan. pada waktu itu hujan mengiringi perjalanan kami, sehingga perjalanan kamitidak sesuai dengan target. dengan adanya kendala tersebut kami memutuskan beristirahat disalah satu rumah saudara rombongan kami tepatnya di Lumajang.
adzan subuh kami bersama rombongan semunay bangun dari tidur yang sangat-sangat melelapkan kami. semuanya bergegas melaksankan sholat subuh sekaligus priper berangkat ke tujuan kita sebelumnya. tepat pukul 07:00 pm setelah priper dan sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju Ranupani (titik pemberangkatan ke mahameru).
perjalanan kami menggunakan kendaraan enam sebuah motor. perjalanan kami disini penuh dengan rintangan dan cobaan. jalan yang kami telusuri ketika sampai dipertengahan perjalanan begitu banyak lubang-lubang di jalan dan gronjalan krikil yang menghiasi jalanan ini snagat menggangu perjalanan kami. pada waktu itu saya harus rurun dari jalan yang begitu sulit di lewati. tapi ya sudalah memang semuanya butuh perjuangan :). tak terasa kami sampai di ranu pani, disini kami langsung membeli tiket dan mengantri untuk di brifing sekaligus laporan sebelum pendakian. guna brifing ini kami di tunjukan peta yang benar menuju gunung semeru, larangan-laranga, saran agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dan kami juga di cek persayaratan (ktp,surat kesehatan,perlengkapan dan tiket) serta keperluan yang wajib di bawa ketika mendaki seperti, tenda, kompor gas, logistik, obat-obatan, perlengkapan masak dll.
setelah kami di brifing barulah kami melanjutkan perjalanan ke pos perpos menuju gunung mhameru.

 
selama perjalanan banyak keseruan yang tiba-tiba hadir di ciptakan dari rombongan kami. selain itu rasa kebersamaan ini ada ketika slah satu dari anggota kami mengalami cedera taupun maslah sedikt menggangu perjalanan mereka untuk melanjutkannya. taukah anda? pertama klai saya menginjakakan kakii di pos pertama saya begitu terkejut melihat disitu ternyata ada penjual gorengan, minuman dan makanan ringan. mengapa sya terkejut? karna pos satu itu sudah lumayan jauh dari permukiman penduduk, namun disini masyarakat sekitar masih mencari keuntunagn dalam perekonomian di tengah pegunungan yang begitu kelihatan sepi. tapi disini tetap rame karna pendaki gunung semeru tiada hentinya sepi keuali ditutup. makanan yang mereka jual tidak sebanding dengan perjuangan mereka malangkahkan kaki ke gunung ini. gorengan yang biasanya di ual Rp.1000 disana hanya Rp.2500 kelihatnay lebih mahal namun jika kita melihat perjalanan mereka membawa gorengan ke tempat penjualanya tidak sebanding kawan. begitupun dipos-pos selanjutnya sama saja ada penjual yang selalu mengiringi kelelahan kita bersama. Bersambung dulu ye                                                                 

Komentar

Postingan Populer